01Agustus 2022 (Download Bahan Tayang) Kalimantan Barat mengalami inflasi sebesar 0,12 persen pada Bulan Juli 2022. Nilai Ekspor Juni 2022 di Provinsi Kalimantan Barat naik 59,98 persen dan impor naik 31,13 persen dibanding Mei 2022. Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2022 di Kalimantan Barat sebesar 128,04 poin.
KepalaPerwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton saat Launcing Vaksinasi Keluarga Oleh Wakil Bupati Kabupaten Ketapang, H. Farhan, SE.,M.Si di Pendopo Kabupaten Ketapang, Kamis (14/10/2021) mengatakan BKKBN diberi target untuk melaksanakan Vaksinasi Covid-19 di Kalbar, terutama di Kabupaten Ketapang sebanyak 52 ribu
DINDANEWS KETAPANG - Dua tewas dalam kecelakaan lalulintas di ruas Jalan Ketapang - Siduk, Desa
KalbarOnline Ketapang - Jalan D.I Panjaitan di mulai dari bundaran RSUD dr. Agoes Djam sampai dengan perempatan depan Mapolres Ketapang sedang dalam perbaikan. Namun, perbaikan itu dikeluhkan warga pengguna jalan dikarenakan jalan jadi berdebu dan rawan terjadi kecelakaan akibat kerikil dari sisa material pembangunan yang berserakan.
TRIBUNKALTENGCOM, SANGGAU - Kecelakaan di Kalbar, terjadi di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di Tanah Longsor di depan Taman Makam Pahlawan Sanggau, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Jumat (11/3/2022). Sebuah mobil boks terbalik yang dikemudikan sopir berinisial R. Hal itu diungkapkan Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kasat Lantas Polres Sanggau
Mengakhiriamanat Kapolda Kalbar yang dibacakannya, Kapolres Ketapang menyampaikan target yang akan dicapai dalam operasi keselamatan ini diantaranya, turunnya angka kecelakaan, dan ketertiban masyarakat dalam berlalulintas dapat terwujud agar tercipta kamseltibcar lantas khususnya di wilayah Hukum Polres Ketapang Polda Kalbar.
TSNvvV. PONTIANAK – Eko Syahputra Siregar, Bacaleg muda DPR RI dari dapil Kalbar mengatakan Kalbar, sebagai provinsi yang dikelilingi lautan, para nelayan memiliki peran vital dalam menyokong perekonomian daerah. Namun, ketidaktersediaan BBM subsidi yang dihadapi para nelayan telah menghambat aktivitas mereka di laut. “BBM subsidi, yang sebelumnya tersedia dalam jumlah memadai, kini sulit didapatkan. Itu salah satu masalah utama mereka nelayan. Saya dengar langsung di Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, dan Ketapang,” ucapnya Dia menambahkan bahwa para nelayan di Kalbar telah mengeluhkan peningkatan harga BBM non-subsidi yang tidak terjangkau bagi mereka. Ini berdampak dengan jam kerja di laut menjadi berkurang. Bahkan ada yang membatasi armada perikanan tetap melaut. Salah satu alasan paling krusial beban finansial meningkat, dan aksesibilitas terbatas untuk mempereleh BBM subsidi. Dampak dari kesulitan BBM subsidi ini, lanjut dia, tak hanya dirasakan secara individu oleh para nelayan. Akan tetapi juga perekonomian lokal. Para nelayan yang mengurangi jam kerja, diartikan kurangnya pasokan ikan dan hasil laut. Pada gilirannya mempengaruhi sektor perdagangan ikan dan industri pengolahan di daerah tersebut. Di sisi lain, lanjutnya, para nelayan juga menghadapi risiko kecelakaan di laut akibat pemakaian BBM tak memenuhi standar. Diapun optimis pemerintah daerah dan pusat menyadari tantangan ini dan berupaya terus menemukan solusi terbaik. “Mereka nelayan sesungguhnya telah mengajukan keluhan dan permohonan kepada pemerintah pusat guna meningkatkan alokasi BBM subsidi yang tersedia untuk para nelayan. Selain itu, beberapa inisiatif lokal juga telah diluncurkan, seperti pelatihan dan pengembangan alternatif energi memitigasi ketergantungan nelayan pada BBM,” ucapnya. Menghadapi situasi ini, lanjutnya, peran berbagai pihak sangat penting. Pemerintah pusat harus meningkatkan alokasi BBM subsidi tersedia bagi nelayan Kalimantan Barat di setiap daerah. Di sisi lain, mempercepat penyaluran dan mengurangi birokrasi memperlambat proses mendapatkan BBM subsidi juga harus dilakukan. “Dan kamik optimis pemerintah daerah akan terus mendukung nelayan dengan memberikan pelatihan dan fasilitas pengembangan alternatif energi,” pungkas Eko.den. PONTIANAK – Eko Syahputra Siregar, Bacaleg muda DPR RI dari dapil Kalbar mengatakan Kalbar, sebagai provinsi yang dikelilingi lautan, para nelayan memiliki peran vital dalam menyokong perekonomian daerah. Namun, ketidaktersediaan BBM subsidi yang dihadapi para nelayan telah menghambat aktivitas mereka di laut. “BBM subsidi, yang sebelumnya tersedia dalam jumlah memadai, kini sulit didapatkan. Itu salah satu masalah utama mereka nelayan. Saya dengar langsung di Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, dan Ketapang,” ucapnya Dia menambahkan bahwa para nelayan di Kalbar telah mengeluhkan peningkatan harga BBM non-subsidi yang tidak terjangkau bagi mereka. Ini berdampak dengan jam kerja di laut menjadi berkurang. Bahkan ada yang membatasi armada perikanan tetap melaut. Salah satu alasan paling krusial beban finansial meningkat, dan aksesibilitas terbatas untuk mempereleh BBM subsidi. Dampak dari kesulitan BBM subsidi ini, lanjut dia, tak hanya dirasakan secara individu oleh para nelayan. Akan tetapi juga perekonomian lokal. Para nelayan yang mengurangi jam kerja, diartikan kurangnya pasokan ikan dan hasil laut. Pada gilirannya mempengaruhi sektor perdagangan ikan dan industri pengolahan di daerah tersebut. Di sisi lain, lanjutnya, para nelayan juga menghadapi risiko kecelakaan di laut akibat pemakaian BBM tak memenuhi standar. Diapun optimis pemerintah daerah dan pusat menyadari tantangan ini dan berupaya terus menemukan solusi terbaik. “Mereka nelayan sesungguhnya telah mengajukan keluhan dan permohonan kepada pemerintah pusat guna meningkatkan alokasi BBM subsidi yang tersedia untuk para nelayan. Selain itu, beberapa inisiatif lokal juga telah diluncurkan, seperti pelatihan dan pengembangan alternatif energi memitigasi ketergantungan nelayan pada BBM,” ucapnya. Menghadapi situasi ini, lanjutnya, peran berbagai pihak sangat penting. Pemerintah pusat harus meningkatkan alokasi BBM subsidi tersedia bagi nelayan Kalimantan Barat di setiap daerah. Di sisi lain, mempercepat penyaluran dan mengurangi birokrasi memperlambat proses mendapatkan BBM subsidi juga harus dilakukan. “Dan kamik optimis pemerintah daerah akan terus mendukung nelayan dengan memberikan pelatihan dan fasilitas pengembangan alternatif energi,” pungkas Eko.den.
PONTIANAK - Berikut berita Kalbar Populer hari ini Jumat 19 Mei 2023 dimulai dengan berita Tidak Lampirkan Bukti Visum Korban Pencabulan, Tiga Polisi di Pontianak Dilaporkan ke Polda Kalbar. Selanjutnya, Mahfud MD Sebut Ada Industri Hukum di Kalbar, Kejati Kalbar Siap Sanksi Oknum Jaksa Nakal. Lalu, Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Tabrak Satu Keluarga di Landak, Dua Orang Meninggal Dunia. Sedangkan terakhir, Terdakwa Pengasuh Cabul di Ketapang Divonis Mati, Pemerhati Anak Sudah Memenuhi Rasa Keadilan. Simak rangkuman 4 berita Kalbar Populer pilihan hari ini • Sebuah Rumah di Jalan Pulau Natuna Singkawang Barat Terbakar 1. Tidak Lampirkan Bukti Visum Korban Pencabulan, Tiga Polisi di Pontianak Dilaporkan ke Polda Kalbar Penasehat Hukum Korban Dewi Aripurnawati saat menunjukkan surat laporan ke Bidpropam Polda Kalbar. Rabu 17 mei 2023. PONTIANAK - Tiga personel dari Satreskrim Polresta Pontianak dilaporkan ke Bidpropam Polda Kalbar atas dugaan tidak profesional dalam menjalankan tugas. Tiga personel tersebut dilaporkan karena tidak melampirkan bukti visum et repertum di dalam berkas penyidikan kasus pencabulan anak dibawah umur. Didampingi ketua Yayasan Nanda Dian Nusantara, Devi Tiomana yang juga ketua Jaringan Perlindungan Anak Kalbar serta Penasehat Hukumnya Dewi Aripurnawati, ibu korban melaporkan tiga personel tersebut pada Rabu 17 mei 2023. Baca selengkapnya di sini 2. Mahfud MD Sebut Ada Industri Hukum di Kalbar, Kejati Kalbar Siap Sanksi Oknum Jaksa Nakal Menkopolhukam Mahfud MD. Dok. PONTIANAK - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan adanya fenomena industri hukum di Kalbar. Mahfud MD menyampaikan, bahwa adanya keresahan kepala daerah satu diantaranya Gubernur Kalbar Sutarmidji, karena ditengah proyek pembangunan yang sedang berlangsung, ada oknum Jaksa yang melakukan pemeriksaan dugaan korupsi, dan diduga melakukan Pemerasan. Terkait hal tersebut, Kejaksaan Tinggi Kalbar melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalbar Pantja Edi Setiawan menyampaikan pihaknya akan segara menindaklanjuti informasi tersebut. Baca selengkapnya di sini • Kemenag Kalbar Akan Telusuri Faktor CJH yang Belum Lakukan Pelunasan Biaya Haji
KETAPANG, - Gempa tektonik bermagnitudo 5,0 terjadi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat Kalbar, Jumat 1/7/2022 pukul WIB. Posisi persis gempa berada di koordinat Lintang Selatan, Bujur Timur atau sekitar 25 kilomater dari Pantai Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Salah satu warga Kecamatan Kendawangan, Efenndi Yusuf, mengaku sempat merasakan getaran gempa bumi dia, getaran terasa seperti mobil truk lewat di depan rumah. Baca juga Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Ketapang Kalbar Selama 5 Detik"Getarannya buat saya terbangun dan keluar rumah. Warga lain juga banyak yang keluar," kata Efenndi saat dihubungi, Jumat pagi. Efenndi menyebutkan, kejadian hanya beberapa detik dan tidak ada bangunan yang rusak. "Hanya saja, warga sempat ke laut, melihat apakah air laut naik apa tidak, panik takut terjadi sesuatu atau gempa susulan," ucap Efenndi. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang Heru Sukoco mengatakan, gempa terjadi selama 4 detik dengan kedalaman 10 kilometer di dasar laut.
KETAPANG - Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan truk fuso di di Kilometer 1, Jalan Trans Kalimantan Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Minggu 2 Januari 2022, pukul wib. Pengendara motor bernasib malang tersebut adalah Jatek 35 warga Dusun Labai Jembatan Desa Sekucing Labai Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Kapolsek Simpang Hulu IPTU Matalip dalam keterangannya melalui pesan singkat whatsapp menyampaikan, menurut keterangan saksi mata setempat, kendaraan Roda Dua jenis Yamaha Vixion Nomor Polisi KB 3190 OE yang dikendarai Jatek 35 warga Dusun Labai Jembatan Desa Sekucing Labai Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang, melintas di jalan trans Kalimantan. Di saat bersamaan, sebuah Truk roda 6 Mitsubishi Fuso Nomor Polisi KB 8195 HA yang dikendarai Parsulian 22 warga Dusun Petebang Desa Botuh Bosi Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang, muncul dari persimpangan jalan petebang menuju ke jalur jalan Trans Kalimantan. Baca juga Kecelakaan di Kaltara - Pengendara Motor Tewas Tabrakan, Polisi Amankan Pengemudi Roda Empat Baca juga Kecelakaan di Banjarmasin, Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Tewas Dekat Jembatan Benua Anyar “ Karena jarak antara kedaraan truk fuso dengan sepeda motor korban sudah dekat, maka terjadi benturan keras antara body truk dengan body depan sepeda motor vixion. Pengendara sepeda motor pun langsung terpental dan mengalami luka berat di kepala,” ujar Matalip. Ditambahkannya, anggota Polsek Simpang Hulu yang menerima informasi adanya peristiwa tersebut langsung menuju ke lokasi kecelakaan, korban yang masih berada di lokasi tabrakan, langsung di evakuasi anggota Polsek ke Puskesmas Simpang Hulu, namun saat menerima penanganan medis di Puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis. Saat ini jenazah korban sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan, sementara itu barang bukti sebuah sepeda motor Vixion dan truk fuso serta pengendara nya sudah diamankan di Kantor Polsek Simpang Hulu untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Artikel ini telah tayang di dengan judul Tabrakan dengan Truk Fuso di Jalan Trans Kalimantan Simpang Hulu, Pengendara Motor Meninggal Dunia
TKP kecelakaan di Jalan S. Parman pusat Kota Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. IstDelta Pawan Suara Ketapang - Kecelakaan maut terjadi di Jalan S. Parman Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. Kecelakaan melibatkan dua unit motor. Satu orang diantaranya harus kehilangan nyawa. Meski sempat dirawat di rumah sakit, nyawanya tak dapat Lantas Polres Ketapang AKP Andhika Desky mengatakan, kecelakaan terjadi pada Sabtu 10 September pukul 4 sore. Dua unit motor yang terlibat kecelakaan yakni Honda Beat dan Honda Vario. "Sepeda motor Honda Beat dikendarai oleh saudara Andhika Tirta Abi Manyu berusia 16 tahun, terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai saudara Ibrahim berusia 74 tahun yang menjadi korban meninggal dunia akibat insiden kecelakaan ini," paparnya, Senin 12/9/2022 malam. Andhika menjelaskan, pada saat kejadian, korban Ibrahim berusaha untuk menyeberangi jalan S Parman menggunakan sepeda motornya. Secara bersamaan melintas juga sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Andhika Tirta Abi Mayu.“Dikarenakan jarak antar kedua kendaraan yang sudah dekat, bagian depan sepeda motor Honda Beat, berbenturan dengan bagian kanan sepeda motor Honda Vario yang menyebabkan kedua kendaraan tumbang di tengah jalan, setelahnya menurut saksi mata, ada sebuah kendaraan sepeda motor yang melintas dan terlibat juga dengan kecelakaan ini," dari kecelakaan itu, brahim mengalami cedera serius di bagian kepala sehingga harus dirujuk ke Pontianak untuk mendapati pengobatan yang lebih intensif. Setelah sehari mendapati perawatan di rumah sakit Antonius Pontianak, korban akhirnya meninggal dunia. Sementara pengendara Honda Beat hanya mengalami luka menambahkan, pihaknya telah telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara TKP kecelakaan serta memeriksa beberapa saksi mata."Kita mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian kecelakaan dan juga mengamankan barang bukti sepeda motor yang terlibat kecelakaan termasuk meminta keterangan beberapa saksi," pungkasnya.
kecelakaan di ketapang kalbar