18Oleh sebab itu, aku menganggap bahwa penderitaan yang kita alami sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Tetapi pada zaman ini semua semesta alam seolah-olah menunggu dan sangat merindu saatnya Allah menyatakan semua orang yang termasuk keluarga-Nya. # 8:19 Pada waktu Paulus menulis bagian ini, tiap
ISLAMmemandang bahwa kesehatan merupakan nikmat dan karunia Allah SWT yang wajib disyukuri. Di samping itu sehat juga adalah obsesi setiap insan berakal; tak seorang manusia pun yang tidak ingin selalu sehat, agar tugas dan kewajiban hidup dapat dilaksanakannya dengan baik. Meskipun nikmat merupakan kebutuhan fitrah manusia dan nikmat Allah
Seharusnyakita bersyukur Allah menjadikan kita sebagai perantara-Nya untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Dengan
Allah tidak memanggil yang mampu, tapi Allah memanggil yang MAU, RINDU, dan YAKIN" Saking rindunya ingin ke sana, sebulan dan dua minggu sebelum melaksanakan umroh saya bermimpi tawaf di depan Ka'bah. Mungkin itu suatu pertanda bahwa Allah benar-benar memanggil saya untuk berkunjung ke rumah-Nya. Dulu kau pernah bermimpi, temuiNya di
Jikatidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah mencegahnya dengan hatinya. akhirnya memanggil umat muslim yang dipimpin oleh Ja'far bin Abi Thalib
ALLAHTIDAK MEMANGGIL ORANG YANG MAMPU, TETAPI ALLAH MEMAMPUKAN ORANG YANG TERPANGGIL BestwayXCentre September 19, 2019 0 Bagi mereka yang belum pernah sampai (semoga Allah memilih kita sebagai tetamuNya), usia muda merupakan masa yang amat sesuai untuk kita beribadah, mendekatkan diri kepadaNya.
iLHFlc. Beribadah umroh adalah salah satu impian setiap umat muslim. Bertamu ke rumah Allah dan beribadah dengan khusyu merupakan kenikmatan yang tak terlupakan. Namun, seperti kita tahu Zoyalovers jika biaya umroh setiap tahun terus naik, lalu bagaimana dengan orang yang sudah punya niatan umroh namun terkendala dalam biaya? Ditemui beberapa waktu lalu, seorang ustadzah berkata di sela acara manasik umroh, “Allah tidak memanggil orang yang mampu, tetapi Allah memampukan orang yang terpanggil”, selalu mantapkan hati dan yakinkan diri jika tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Berikut kita simak tuntunan untuk umroh, semoga kita bisa disegerakan umroh ya dear. Bismillah Pertama Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram. Kedua Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab penutup wajahnya dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan. Ketiga Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan لَبَّيْكَ عُمْرَةً “labbaik umroh” aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah. Keempat Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan, اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي “Allahumma mahilli haitsu habastani” Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku. Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji–, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallalul dan tidak wajib membayar dam menyembelih seekor kambing. Kelima Tidak ada alat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat. Keenam Setelah mengucapkan “talbiah umrah” pada poin ketiga, dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Ketujuh Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah. Kedelapan Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. “Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.[1] Kesembilan Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf. Kesepuluh Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir. Kesebelas Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan. Keduabelas Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca, رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina adzaban naar” Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. QS. Al Baqarah 201 Ketigabelas Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no. 12. Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka. Keempatbelas Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca, وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat QS. Al Baqarah 125. Kelimabelas Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2], pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.[3] Keenambelas Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya. Ketujuhbelas Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya. SA’I UMRAH Kedelapanbelas Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca, إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ “Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah QS. Al Baqarah 158. Lalu mengucapan, نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ “Nabda-u bimaa bada-allah bih”. Kesembilanbelas Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan—, kemudian membaca اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ 3x لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. 3x Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”[4] Keduapuluh Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki. Keduapuluhsatu Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah. Keduapuluhdua Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a tempat sa’i bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya. Keduapuluhtiga Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran. Keduapuluhempat Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Keduapuluhlima Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah. Keduapuluhenam Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki. Keduapuluhtujuh Jika membaca do’a ini اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ “Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah, tidaklah mengapa karena telah diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i. Keduapuluhdelapan Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari. Keduapuluhsembilan Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.
Home RSI Sultan Agung Semarang RSI Sultan Agung Banjarbaru Hospital TV KEPK HomeBlogHospital TVDimampukan Ibadah Haji ke Mekkah Atas Izin Allah Santri Mengaji TRIJI Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah ka’bah. Yakinlah bahwa Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu tapi Allah memampukan orang-orang yang terpanggil. Untuk bisa menjadi yang “terpanggil” niat saja tidak cukup. Harus dengan “niat dan keinginan yang kuat” yang dimanifestasikan dalam tindakan kita. Berdoa setiap waktu dan mengerahkan segenap tenaga dan usahanya untuk bisa pergi ke Baitullah. Keinginan yang kuat akan menuntun kita ke jalan menuju Baitullah. What you can read next Tinggalkan Balasan AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4 Semarang 50112 Jawa Tengah, Indonesia Telp. +6224 6580019 Fax. +6224 658 1928 Hotline Service +62821 1155 2424 IGD +6224 6593452 SOCIAL MEDIAIkuti Rumah Sakit Sultan Agung Dalam © 2021 RSI SULTAN AGUNG. All rights reserved.
Biro Umroh Semarang Dewangga Lil Haji Wal Umroh Menurut makna bahasa, Haji berarti menyengaja atau mengunjungi, sedangkan dalam terminologi islam, Haji itu berarti berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan beberapa amalan-amalan seperti wukuf, tawaf, sa’i serta amalan lainnya pada masa tertentu untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT. Keseluruhan rangkaian pelaksanaan ibadah haji itu dilakukan di Arab Saudi, sehingga siapapun yang berangkat kesana tentulah orang yang mampu dan memiliki bekal materi yang cukup. Bila anda selesai membaca catatan saya ini kemudian anda langsung berniat dan bersungguh-sungguh akan melaksanakan Haji atau Umroh, ada 2 kemungkinan saja yang bakal terjadi. Anda mempunyai kesempatan bisa melaksanakan keinginan Haji & Umroh. Anda tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan keinginan Haji & Umroh. Untuk memahami bahasa “punya kesempatan” atau “tidak punya kesempatan” dalam hal Haji & Umroh kita cukup mengingat contoh nyata “Tukang Becak Naik Haji” , “Penjual Gorengan Naik Haji setelah Menabung selama 20 tahun” , atau sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” kemudian… tengok teman atau tetangga kita yang mampu beli mobil – hingga 1 milyar tapi belum Haji juga walau ongkos haji hanya berkisar jutaan. Begitulah rahasia Haji…. Banyak orang yang mampu tetapi tidak sempat. Ada yang sempat tetapi ia tidak mampu. Ada lagi yang sempat dan mampu tetapi tidak sehat. Ada juga yang mampu, sempat dan sehat tetapi harus menunggu 15 tahun lagi. Ada yang mampu, sempat dan sehat tetapi hatinya tidak tergerak untuk berhaji. maaf tidak ada niat menyindir si miskin atau si kaya, ini dalam konteks pemahaman “kesempatan” itu tadi. HAJI ITU PANGGILAN, DIPANGGIL, ATAU TERPANGGIL ? Untuk memudahkan memahami kata di atas, kita sandingkan saja padanan perubahan kata “panggil” dengan “daftar” “panggilan, dipanggil, terpanggil” dengan “daftaran, didaftar, terdaftar”. Untuk jadi “Terdaftar”, kita harus daftar terlebih dahulu seteleh kita tahu adanya pengumuman pendaftaran dan kita juga harus pastikan bahwa kita sudah ada didaftar. Begitu juga sebelum kita jadi “Terpanggil” tentu kita harus merespon panggilan agar kita bisa dipanggil dan masuk daftar Terpanggil. Allah sudah menyebarluaskan panggilan atau undangan ini kepada seluruh umat manusia. Undangan ini sudah dibuat oleh Allah dan disebarluaskan untuk hambaNya sejak ribuan tahun lalu oleh Nabi Ibrahim AS dan dilanjutkan oleh Rasulullah SAW, undangan ini akan tetap ada sampai akhir zaman. Panggilan yang satu ini adalah sebuah “inisiatif” yang didasari keimanan dan taqwa, yang mengharuskan’ diri untuk mau hadir, harus’ bisa hadir, harus’ merasa tidak enak jika tidak hadir. Memang benar-benar tidak ada pilihan lagi bagi yang berkesempatan. Harus hadir. Urusan undangan yang satu ini kaitan tanggung jawabnya lebih berat daripada sekedar tidak enak’ pada si Pengundang. Tidak semudah itu pula lantas kita bisa’ menghubungi si Pengundang dan dengan enteng memohon maaf atas ketidak hadiran kita karena bermacam alasan-alasan tertentu. mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam.” QS. Ali Imraan [3]; ayat 96-97 Jadi…. Allah memanggil, kita dipanggil, tetapi hanya “sebagian” saja dari kita yang “terpanggil”. Itu semua tergantung respon kita setelah menerima panggilan. Saya pikir kurang tepat apa yang kita lakukan ketika ada orang yang mau berangkat haji/umroh kita ngomong titip pesan “nanti nama saya di panggil / di sebut ya…..” karena sebenarnya bukan kapasitas manusia jamaah untuk melakukan panggilan ini. Cukuplah kita minta didoakan saja sesuai apa yang kita harapkan karena sesungguhnya sebagai insan kita mesti saling mendoakan dalam kebaikan. BELUM ADA PANGGILAN Saya sebenarnya kurang setuju dengan penyebutan haji adalah “Panggilan Allah” atau dengan alasan “Belum Ada Panggilan”. Dengan penyebutan “panggilan Allah” itu kok kayaknya mengesankan bahwa Allah itu pilih kasih kepada hambanya. Lah apa itu berarti orang yang belum haji itu bukanlah orang pilihan? bukanlah orang-orang yang disukai Allah ? Apakah Allah lebih memandang orang yang berhaji itu lebih mulia daripada mereka yang belum haji itu? Apakah Allah sama sekali ndak melihat niat dan usaha hambanya itu untuk bisa berangkat ke tanah suci ? Allah itu pasti suka kepada semua hamba yang beribadah kepadaNya, dan itu tidak terbatas hanya kepada ibadah haji saja. Allah pasti juga suka kepada mereka yang melaksanakan sholat, puasa dan ibadah lainnya, asal dengan satu syarat, bahwa semua itu dilakukan benar-benar niat karena Allah, bukan karena pamer atau niat lainnya. Jadi istilah “Haji itu panggilan Allah” akan lebih tepat bila diganti dengan “Haji adalah atas izin Allah”. KEINGINAN YANG KUAT Yakinlah bahwa Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu tapi Allah memampukan orang-orang yang terpanggil. Untuk bisa menjadi yang “terpanggil” niat saja tidak cukup. Harus dengan “niat dan keinginan yang kuat” yang dimanifestasikan dalam tindakan kita. Berdoa setiap waktu dan mengerahkan segenap tenaga dan usahanya untuk bisa pergi ke Baitullah. Keinginan yang kuat akan menuntun kita ke jalan menuju Baitullah. Kalo ternyata sampai menjelang ajal kita belum bisa merealisasikan niat dan keinginan kuat kita untuk mengunjungi Baitullah dengan berbagai alasan, kita masih ada peluang untuk berhaji yaitu anak cucu kita yang akan menghajikan. BELUM SIAP Jika kita lahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim, bukankah kita sudah disiapkan sejak dini ? Bukankah rukun islam adalah syahadat, sholat, zakat, puasa ramadhan dan haji ? Jika Islam diibaratkan sebagai sebuah bangunan, maka Rukun Islam merupakan tiang-tiang penyangga utama bangunan itu. Bangunlah tiang-tiang itu dan mulailah dari yang paling bisa dan memungkinkan untuk dibangun. Sejak dini semestinya kita juga sudah harus siap-siap menyediakan material-material yang diperlukan untuk membangun tiang-tiang tersebut. Namun kenyataannya banyak yang sekedar atau bersungguh-sungguh membangun 4 tiang utama dan mengesampingkan 1 tiang utama itu. Catatan H. Abdul Halim ANTREAN HAJI PANJANG Semua rangkaian ibadah Haji adalah mengandalkan fisik. Usia semakin tua semakin berat melaksanakan ibadah haji. Maka lebih afdol ibadah haji dilaksanakan selagi muda dan sehat sehingga bisa melaksanakan semua rukun, wajib dan sunnahnya berhaji. Sudah menjadi sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pada saat ini ibadah haji di negara Indonesia menjadi suatu ibadah yang sulit untuk dilaksanakan, hal ini dikarenakan adanya “waiting list” yang sangat banyak, sehingga masa tunggu untuk pemberangkatan haji menjadi sangat lama. Kalo hari ini anda langsung ke Kantor Depag untuk Daftar Haji, saya pastikan bahwa anda punya kesempatan berangkat haji 15 tahun lagi. Ya… 15 tahun lagi. Bahkan ada wilyah yang daftar tunggunya sudah sampai 20 tahun lebih. Berapa umur anda sekarang ? Kalau tidak daftar haji sekarang mau berangkat kapan? Inilah yang menjadi renungan umat islam yang ada di Indonesia, sebab untuk mau pergi haji saja mesti antri 10-25 tahun lamanya bahkan bisa jadi bisa lebih lama lagi. Hampir bisa dipastikan karena antrean panjang haji orang akan beralih ke Umroh haji kecil. Orang yang Umroh akan meningkat tahun-tahun mendatang. Perkembangan ekonomi Indonesia yang relatif stabil meningkatkan jumlah kelas menengah “middle class” Muslim. Pada saat yang sama, memberikan peluang lebih besar bagi kelas bawah “lower class” untuk menabung guna membiayai perjalanan naik haji atau umrah. Karena itu pula, jumlah Muslimin-Muslimat yang berniat naik haji dan umrah juga bakal berlipat ganda., Bisa jadi nanti pergi umroh pun menjadi sulit dan harus masuk daftar “waiting list” karena visa umroh pun terbatas jumlahnya. [sumber] Biro Umroh Semarang Dewangga Lil Haji Wal Umroh 📱Whatsaap 081228155300 KANTOR PUSAT – Sriwijaya 57 Semarang Telp. 024 8418218 – Jl. Setiabudi No. 91 Srondol Semarang, Telp. 024 76405900 , 0816650805 KANTOR PERWAKILAN – Jl. Raya Pati – Tayu Km. 1 Depan Asrama Tentara Alugoro Pati Telp. 0295 383070 , 0852 9003 3398 – Jl. Sunan Abinawa Patebon Kendal Telp. 08122 9999 300 – Jl. Tumenggung Jogonegoro No. 33 Jaraksari – Wonosobo Telp. 0286 323868 , 0822 4282 9361 – Jl. Jend. Sudirman Rembang Depan Pom Bensin Desa Tireman Telp. 0295 383070 , 0852 2802 5000
Hai apa kabar? Semoga sehat semua ya teman-teman, amin. Oke kali ini saya pengen sharing sedikit tentang ibadah haji, salah satu ibadah yang sangat diidamkan oleh seluruh umat Islam. Beruntunglah orang-orang yang sudah pernah menginjakan kakinya di tanah suci, namun bagi yang belum semoga diberikan kesempatan oleh Allah beribadah ke Makkah, amin. Ibadah Haji menurut saya adalah ibadah ajaib, kenapa begitu?Karena kesempatan menjalankan rukun Islam ke lima ini adalah sebuah anugrah yang diberikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Tanpa melihat status sosial, tanpa memandang fisik yang sehat atau sakit. Jika Allah sudah berkehendak maka siapapun bisa menginjakkan kaki ke tanah pernah dengar tukang bubur naik haji, atau tukang becak naik haji? Selain itu ada banyak kisah yang menjadi bukti bahwa haji itu tidak hanya di khususkan untuk kalangan tertentu. Saya pernah membaca ada kisah penjual nasi pecel dengan niatnya yang sungguh-sungguh akhirnya Allah mampukan untuk berangkat. Begitulah ketika keyakinan menjadi keajaiban yang nyata, siapapun yang Allah kehendaki berangkat, pasti akan berangkat. Sedikit falshback ke masa kecil, saya pernah diajarkan lagu rukun Islam yang lima dengan nada balonku. Lagu ini masih populer dikalangan anak-anak sekarang, lirik lagu versi kontemporer sudah tepat menurut saya dibandingkan lirik klasik yang saya pelajari dulu. Jadi lirik lagu rukun Islam waktu saya kecil dulu seperti ini, sambil nyanyi juga boleh yaRukun Islam yang lima Syahadat, shalat, puasa, zakat untuk si miskin, haji bagi yang kaya. Siapa belum shalat DoorrSiapa belum zakat, zakat untuk si miskin, Haji bagi yang kaya. Nah begitulah liriknya, hehehe. Saya gak tau ya apa hanya di daerah saya saja yang liriknya seperti ini, atau di daerah lain juga sama, saya kurang tau. Tapi begitulah yang diajarkan kepada saya dulu. Nah dari lirik itu saya akhirnya berpikir bahwa "haji itu untuk orang kaya aja, kalau gak kaya kan uangnya dikit, gimana mau berangkat kalau uangnya gak cukup" kebetulan di daerah saya, tepatnya di Bali, orang-orang yang pergi haji itu jarang banget, padahal lingkungan saya yang muslim ya banyak juga. Jadi saya jarang banget denger kisah-kisah orang yang pergi haji. Sampai pada akhirnya setelah lulus kuliah, saya punya kesempatan untuk bekerja di salah satu travel agen perjalanan haji dan umrah. Gak lama sih, tapi ya lumayanlah dari situ banyak pelajaran yang saya bertugas di salah satu cabang travel yang berlokasi di Mall, tepatnya di Royal Plaza Surabaya. Ya saya jaga kantor sekalian ngurusin persiapan calon jamaah yang mau berangkat, selain itu saya juga melayani calon jamaah yang bertanya terkait haji dan hati saya berdoa semoga suatu saat Allah panggil saya untuk bisa beribadah langsung ke tanah suci, jujur saja saya belum pernah keluar negeri, karena saya ingin Makkah menjadi tempat pertama saya menginjakan kaki saat keluar dari bumi pertiwi. Mohon bantu aminkan ya lanjut, jadi saat bekerja di travel agen perjalanan Haji dan Umrah, ada beberapa hal yang saya sadariBaca Juga Bernapas Tapi Tidak Memiliki RuhOrang yang Mampu Belum Tentu Bisa Pergi Haji/UmrahKenapa saya bisa bilang begini, karena waktu bekerja saya pernah kedatangan beberapa calon jamaah, mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan nama, takut melanggar kode etik jurnalistik, cieehhh. Ya intinya ada beberapa jamaah yang datang ke kantor, tanya-tanya tentang umrah. Tapi waktu itu ada satu calon jamaah yang unik nih, jadi pertama kali beliau menanyakan harga, setelah saya informasikan harganya beliau terlihat tertarik. Tapi beliau ini kelihatan bingung, lantas beliau bilang begini "Pengen sih mbak berangkat, tapi saya takut mbak" "Loh kenapa takut pak, kan bapak mau ibadah?" "Sebenernya kalau mau berangkat sih bisa aja mbak, uang juga ready, tapi saya takut. "Takut apa pak" "Iya takut mbak, soalnya beberapa teman saya yang sudah berangkat itu sampai disana kayak dapat balasan gitu dari perbuatan dosanya. Jadi saya takut mbak, belum siap. Bahkan mbak ya ada teman saya yang baru berangkat pulang-pulang itu tangannya kejepit pintu mobil". Saya takut diazab juga dalam hati saya antara pengen ketawa ya Allah kok malah pengen ketawa sih, tapi heran juga ternyata yang punya uang banyak juga belum tentu bisa berangkat, karena harus melawan diri dan pikirannya bapak itu minta pendapat saya, ya saya jelaskan ke bapaknya tentang hakikat seseorang beribadah, ya saya rasa semua kembali ke niat masing-masing ya. Saya tidak hanya satu kali menemukan calon jamaah seperti ini, ada beberapa yang memang dari segi rohaninya belum siap untuk pergi ke rumah Allah. Saya juga bertanya kepada rekan kerja yang lebih senior dan memang banyak yang belum bisa pergi haji dan umrah, bukan karena masalah uang, tapi masalah rohani dari diri sendiri. Jamaah yang Super DetailYa sekedar buat nambahin isi tulisan saya, keunikan calon jamaah yang saya temui selain takut berangkat karena masalah rohani, ada juga yang bertanya sampai ke akar-akarnya hehe. Jadi ada juga calon jamaah yang super detail bertanya gak hanya masalah harga, hotel, dan maskapai tapi beliau juga nanyain CD apa nanti yang bakal disediain saat di pesawat. Bahkan beliau request, kalau saat perjalanan jangan disetelin ceramah atau shalawat, mintanya disetelin yang lain katanya yang lebih seru biar waktu perjalanan gak ngantuk. Nah detail banget kan pertanyaannya, begitulah kira-kira pengalaman singkat saya bekerja di salah satu travel agen perjalanan haji dan umrah. Singkat tapi sangat berkesan buat saya, dari situlah saya sadar bahwa ibadah haji dan umrah ternyata bukan perkara orang kaya atau tidak, karena yang kayapun belum tentu Allah panggil, tapi Allah bener-bener memampukan yang juga Belum Bisa Ngomong JowoBuka Travel Perjalanan Haji dan UmrahAlhamdulillah saat ini saya diajak bekerja sama dengan saudara dalam bidang yang sama yaitu perjalanan ibadah haji dan umrah. Sekalian promosi dikit boleh lah ya hehe, barangkali teman-teman pembaca lagi cari travel agen yang amanah. Karena kasus penipuan travel haji dan umrah udah sering banget ya kan. Jadi sebagai calon jamaah pasti harus lebih selektif memilih travel agen, supaya gak ketipu gitu ya. Saya mau kenalkan Alkhan Tour, travel milik saudara saya, jadi kalau mau tanya-tanya juga bisa melalui saya di 085875414861 dijamin amanah no tipu-tipu ya. Saudara saya emang udah lama banget buka travel perjalanan haji dan umrah. Sampai akhirnya saya dipercaya untuk buka cabangnya di Bali. Kalau tertarik bisa langsung japri kontak saya diatas ya. Oke mungkin itu aja yang bisa saya share kali ini, nantikan konten saya yang lainnya ya, saya harap para pembaca nyaman dengan tulisan saya, jika ada kritik dan saran, dengan senang hati saya tunggu di kolom komentar.
GALAMEDIA - Mungkin hingga saat ini masih ada orang muslim yang percaya bahwa ada 'orang pintar' yang bisa memanggil dan mendatangkan arwah orang yang sudah meninggal dunia. Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari keyakinan batil semacam ini. Pasalnya, keyakinan seperti itu jelas-jelas bertentangan dengan ayat Al-Qur’ Ta’ala berfirman, “Allah memegang jiwa orang ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” QS. Az-Zumar 42Maka ruh yang telah Allah Ta’ala tetapkan kematiannya, akan Allah tahan di kehidupannya di alam kubur alam barzakh sampai datangnya hari Ta’ala berfirman menceritakan tentang angan-angan orang-orang kafir agar bisa kembali ke dunia untuk memperbaiki amal shalih yang dulu pernah mereka tinggalkan selama hidup di dunia,“Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia. Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” QS. Al-Mu’minuun 99-100Menurut dua ayat di atas, ruh orang yang sudah meninggal dunia tetap berada di alam kubur, sampai datangnya hari kiamat. Lalu bagaimana mungkin di sana ada dukun yang mengklaim mampu mendatangkan arwah-arwah tersebut, padahal mereka di genggaman Allah Ta’ala di alam barzakh?Kita pun telah mengetahui secara pasti dalam agama Islam bahwa orang-orang mukmin akan mendapatkan nikmat ketika berada di alam kubur. Sebaliknya, orang-orang fajir dan orang kafir akan diadzab di alam kubur. Sebagaimana hal ini telah banyak ditunjukkan oleh berbagai dalil klaim orang pintar tersebut bisa diterima, maka konsekuensinya adalah ada di antara penghuni kubur yang tidak mendapatkan adzab atau nikmat kubur. Dan hal ini tidaklah mungkin secara syar’i. Karena Allah Ta’ala telah menjadikan adzab atau nikmat kubur tersebut sebagai balasan atas apa yang dulu mereka perbuat ketika masih hidup di itu, alam kubur itu berada di bawah hukum dan kekuasaan Allah Ta’ala, bukan di bawah kekuasaan satu pun makhluk-Nya. Sehingga apa saja yang tidak mampu dilakukan terhadap manusia yang masih hidup di dunia, juga tidak akan mampu dilakukan terhadap manusia yang sudah perbuatan orang pintar yang mengklaim mampu memanggil arwah orang yang sudah mati itu hanyalah trik untuk mengambil harta manusia secara batil dan merusak aqidah kaum muslimin. Adapun jika hal itu seolah-olah mereka mampu lakukan, hanyalah itu hasil kerjasama dengan jin qarin. Karena jin qarin adalah jin yang senantiasa menyertai kehidupan seseorang ketika masih hidup di dunia, sehingga jin qarin tersebut mengetahui dengan detil kondisi orang yang sudah meninggal tersebut. Sehingga jin qarin itulah yang datang dan mengabarkan kondisi orang yang sudah meninggal tersebut. Orang-orang pun menyangka bahwa itu adalah arwah orang yang sudah meninggal a'lam.*** Editor Dicky Aditya Tags Terkini
allah tidak memanggil yang mampu